Selasa, 08 Februari 2022

Artikel

Penulis: Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Mengenal Cheongsam

Baju khas tradisional China yang sering dipakai saat perayaan Imlek

Wanita Tionghoa zaman dahulu dengan pakaian Cheongsam








Cheongsam atau yang dikenal dalam bahasa Mandarin yaitu Qipau adalah gaun gaya panel one-piece yang berasal dari China. Gaun ini telah dipakai oleh wanita China selama pemerintahan Manchu abad ke-17. Qipau mulai dikenal dengan nama Cheongsam ketika versinya dimodernisasi oleh para wanita di Shanghai pada tahun 1920. Diawal tahun 1920 sampai 1940an, Cheongsam banyak dikenakan oleh para wanita karier, sosialita, dan kaum politisi. Cheongsam bahkan dikenal sebagai simbol pergerakan emansipasi wanita kala itu. Cheongsam pun menjadi salah satu pakaian tradisional yang menggambarkan kaum elit wanita keturunan Tionghoa.

Baju Changpao/Changshan yang dipakai pria China zaman dahulu








Tak hanya wanita saja, pria pun memiliki baju adat China versi pria yaitu Changpao. Seluruh pria China Han harus mengenakan Changpao dengan warna yang sesuai dengan status sosial mereka. Changao tampak seperti jubah atau jaket panjang dan longgar. Selain Changpao, baju Cheongsam versi pria juga dikenal dengan nama Changshan. Busana tersebut kini pun menjadi pakaian resmi dari para pria Tionghoa untuk menghadiri acara-acara. Seperti layaknya Cheongsam, Changshan juga menunjukkan kasta seseorang.
Bahan dari Cheongsam sendiri pada mulanya memiliki artinya masing-masing. Cheongsam yang dibuat dari bahan sutera, biasanya adalah cheongsam yang dikenakan para wanita keluarga kaya raya atau bangsawan. Para rakyat biasa yang bukan bangsawan biasanya menggunakan benang katun yang tidak panas dan mudah menyerap keringat. Cheongsam dengan bahan sutera adalah benda mahal yang tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang.
Selain bahan, warna juga menunjukkan status orang yang mengenakan Cheongsan di kala itu. Keluarga bangsawan atau konglomerat pada kala itu diketahui kerap menggunakan warna-warna lembut seperti putih, merah muda, atau krem. Sedangkan keluarga kerajaan, biasanya mengenakan warna merah atau emas yang menunjukkan kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk para kaum borjuis Shanghai, warna-warna mencolok seperti biru metalik atau kuning paling kerap digunakan. Untuk masyarakat awam, Cheongsam tidak boleh menggunakan wana-warna terang. Kebanyakan dari mereka mengenakan warna-warna kusam seperti abu-abu, cokelat tanah, atau abu-abu.
Hal yang sama juga berlaku pada motif Cheongsam yang dikenakan. kaum bangsawan biasanya mengenakan motif bunga-bunga, pemandangan, hewan legenda atau arsitektur untuk menunjukkan status. Cheongsam yang digunakan masyarakat awam biasanya tidak memiliki motif.

Baju Cheongsam telah memiliki banyak perkembangan model seiring berjalannya waktu karena trend fashion yang semakin modern. Awalnya, Cheongsam hanya memiliki empat warna yakni kuning, putih, biru, dan merah. Kemudian, karena modernisasi dari baju Cheongsam, kini warnanya pun bertambah menjadi delapan warna. 

Kini, baju adat China Cheongsam telah mendunia di kalangan warga Tionghoa khususnya pada saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Seiring berjalannya waktu, Cheongsam tidak hanya menjadi pakaian tradisional yang dikenakan pada hari raya saja, namun juga fashion item yang menjanjikan. Baju Cheongsam pun kini bebas dipakai untuk kalangan apapun tanpa melihat kasta atau berasal dari kalangan mana. Bahan, warna, dan motif apapun kini bebas dipakai untuk semua kaum dan kalangan. Beragam model, warna, dan bentuk potongan Cheongsam pun beredar banyak di pasaran.

Baju Cheongsam ini juga diyakini oleh para leluhur etnis Tionghoa, bahwa dapat membawa keberuntungan bagi yang mengenakannya khususnya pada saat perayaan imlek. Hal ini dapat saja kita percayai, namun yang terpenting adalahhal tersebut tidak sepenuhnya benar. Keberuntungan adalah hal yang merupakan takdir dan kita pun tidak akan tahu akan itu. 

Menurut saya, baju Cheongsam ini banyak peminatnya, karena pakaian tradisional China ini sudah menjadi ciri khas Tionghoa yang mendunia. Keunikan baju ini juga dapat menarik minat para kawula muda yang tak hanya dari kalangan Tionghoa, melainkan dari suku lainnya juga. Baju Cheongsam ini bisa dipakai untuk kegiatan apapun selain perayaan Imlek, karena model baju Cheongsam ini sudah banyak sekali perkembangannya. Namun meskipun demikian, ciri khas baju ini masih tetap dipertahankan.  Semoga kedepannya baju Cheongsam ini dapat semakin dikenal lagi oleh dunia dan juga dapat menjadi pakaian yang dapat terus turun-temurun pada generasi-generasi berikutnya.

Pencemaran Lingkungan yang Merusak Keindahan Negeriku Penulis  : Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang Seperti yang tampak pad...