Selasa, 22 Februari 2022

Pencemaran Lingkungan yang Merusak Keindahan Negeriku

Penulis : Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang


Seperti yang tampak pada gambar diatas,  masih banyak ditemukan pencemaran lingkungan yang cukup memprihatinkan di Indonesia yang membuat lingkungan hidup tidak layak ditinggali oleh karena lingkungan yang berubah menjadi banjiran sampah. Pencemaran dapat diartikan sebagai suatu perubahan keadaan di suatu tempat akibat aktivitas manusia. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas air hingga ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Pencemaran air di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas manusia yang meninggalkan limbah pemukiman, limbah pertanian, dan limbah industri termasuk pertambangan. Umumnya, permasalahan pencemaran air di Indonesia disebabkan oleh kurangnya kesadaran warga yang masih membuang sampah di sungai,danau, atau sumber air lainnya. Contohnya saja, banyak sekali limbah plastik dan sampah perkotaan seperti di Kali Ciliwung di Jakarta atau kota-kota di Indonesia. Selain limbah rumah tangga, limbah dari sektor industri yang sering dibuang ke sungai juga menyebabkan ikan-ikan mati dan hancurnya ekosistem sungai.

Pencemaran lingkungan hidup di Indonesia sangatlah tinggi. Masih banyak ditemukan tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja membanjiri daerah pemukiman. Tempat yang seharusnya menjadi aliran air sungai tampak tidak indah lagi karena semua berubah menjadi aliran sampah. Sampah yang menumpuk di area pemukiman juga membuat kehidupan beberapa generasi bangsa kita menjadi terganggu. Berbagai penyakit datang melalui tumpukan sampah yang dibiarkan berserakan. Generasi bangsa kita di area pemukiman yang tercemar mau tidak mau dihadapkan dengan pemandangan sampah yang menumpuk setiap kali mereka membuka mata. 

Dimanakah tingkat kepedulian kita semua terhadap lingkungan kita? Lihatlah, masih banyak anak kecil yang tinggal di area pencemaran, seharusnya mereka tidak bertumbuh diantara sampah-sampah. Mereka seharusnya mendapatkan tempat lingkungan hidup yang layak. Keindahan negeri ini seolah rusak dan hancur oleh karena rendahnya kesadaran kita dalam menyikapi pencemaran ini. Keegoisan dan keserakahan manusia yang hanya ingin hidup serba mudah membuat semua ini terjadi dan merugikan banyak generasi. Keindahan alam Indonesia seakan ditutup dengan limbah hasil keserakahan manusia. 

Sampai kapan kita hidup berdampingan dengan limbah yang tertumpuk? Mereka yang seharusnya mengukir senyum diraut wajah mereka ketika melihat sekeliling mereka yang indah lingkungannya, kini menjadi raut sedih yang membekas karena harus hidup berdampingan dengan limbah. Dan parahnya lagi, sebagian orang menganggap hal itu sepele, dan mengabaikan kehidupan mereka yang dikelilingi limbah. Menurut saya, pencemaran lingkungan dengan limbah yang tertumpuk seperti ini membuat banyak sekali potensi bangsa kita menjadi terhambat. Masyarakat yang tinggal di area ini pun pasti terkena dampak yang serius. Limbah yang tertumpuk di lingkungan bangsa kita Indonesia akan membuat kita menjadi bangsa yang di cap lalai oleh bangsa-bangsa lain karena dampaknya pun bisa terkena sampai ke negeri orang.

Semua ini sebenarnya dapat diatasi apabila kesadaran kita tinggi sebagai penduduk bangsa Indonesia. Kita harus memikirkan dampak berkepanjangan apabila kita membuang sampah seenaknya. Alangkah baiknya jika kita membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Pikirkanlah, satu sampah yang kita buang pada tempatnya, tentunya menyelamatkan bangsa kita dari satu ancaman kerusakan. Untuk limbah-limbah rumah tangga, janganlah membuang limbah-limbah itu seenaknya di sekitaran pemukiman. Kita memiliki keluarga yang tentunya harus hidup selayaknya, mulailah sadar dengan pemikiran-pemikiran kecil berkepanjangan. 

Pencemaran lingkungan yang merusak keindahan negeri kita mungkin adalah suatu hal yang sering didengar. Untuk dampak dan apa yang akan terjadi, kita sangat tahu bahwa itu sangatlah berbahaya. Marilah kita sebagai generasi bangsa, kita jaga lingkungan hidup bangsa kita dari Sabang sampai Merauke. Kesadaran kita untuk tidak mencemari lingkungan adalah hal yang dapat menyelamati negeri kita tercinta dari segala ketidaklayakan hidup. Mulailah dari hal-hal kecil, maka lama kelamaan akan terbiasa hidup dengan lebih baik. Perilaku kita dimasa sekarang tentunya memengaruhi perilaku generasi kita nanti. Jika bukan sekarang, kapan lagi waktunya kita berubah? Berilah contoh yang baik bagi generasi kita nanti, jangan sampai mereka juga rusak dan serakah seperti kita. Tetaplah semangat untuk negeri ini, mari bukakan lagi keindahan negeri kita yang tertutup, jangan sampai generasi kita tidak bisa melihat semua keindahan itu.

Rabu, 16 Februari 2022

Artikel

Penulis: Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang

SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Sekolah Favorit yang Bersih dan Elok



        SMK Negeri 1 Pangkalpinang adalah salah satu sekolah kejuruan bisnis dan manajemen yang ada di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Letak sekolah ini berada di pusat Kota Pangkalpinang yang ada di Jalan Merdeka No.90. Sekolah ini menyediakan 4 jurusan yaitu jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Bisnis Daring dan Pemasaran, Multimedia, dan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Sekolah ini merupakan sekolah yang berprestasi karena pencapaiannya yang mumpuni dari tahun ke tahun.
        Pada Tahun 2012, SMK Negeri 1 Pangkalpinang meraih piala Adiwiyata karena sekolah yang bersih dan ramah lingkungan. Menyandang sekolah Adiwiyata, SMK Negeri 1 Pangkalpinang ternyata memiliki alasan atas pencapaiannya itu. Warga sekolah ini sangat peduli terhadap lingkungan sekolah sehingga kebersihan sekolah ini menjadi kerjasama guru-guru dan seluruh murid, bukan hanya menjadi tugas bagi petugas kebersihan saja. Sekolah ini memiliki hutan sekolah dan gazebo yang sangat rindang, tak heran bagi siapapun yang berada disini pasti akan betah berlama-lama.
        Lingkungan SMK Negeri 1 Pangkalpinang jarang ditemui sampah, karena tempat sampah yang disediakan sangat lengkap. Kebersihan sekolah menjadi salah satu faktor pendukung bagi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itulah, mengapa siswa-siswi di sekolah ini terkenal sering meraih prestasi. Mereka yang merasa jenuh belajar bisa menyegarkan otak dengan berjalan-jalan di area hutan sekolah pada saat istirahat, bahkan tak jarang pembelajaran dari sebagian guru juga dilakukan di hutan sekolah. Di area hutan sekolah, banyak ditemukan berbagai jenis pohon dan tanaman serta tak jarang setiap pagi juga sering terdengar kicauan burung yang membuat sekolah ini menjadi semakin elok.
        Tidak hanya area hutan sekolah, guru-guru pun mendisiplinkan para siswanya untuk selalu menjaga kebersihan kelas. Di setiap kelas, disediakan begitu lengkap peralatan kebersihan untuk membersihkan seputaran area kelas. Para siswa bergotong royong untuk menjaga kebersihan, sehingga tak heran jika ditemui dari kelas sampai ke teras kelas semuanya terlihat bersih, karena mereka mengedepankan tampilan yang bersih. 
        Seluruh area SMK Negeri 1 Pangkalpinang, semuanya terawat dengan baik dan penampilannya pun menyegarkan. Sekolah ini layak diapresiasi atas tingginya kesadaran warga sekolahnya. Sekolah ini juga banyak diminati oleh kalangan siswa yang baru lulus dari Sekolah Menengah Pertama karena sekolah ini memiliki kesan yang sangat baik di wilayah Bangka Belitung. Karena kebersihannya yang benar-benar terjaga, alumni dari sekolah ini pun terkadang masih mengunjungi sekolah mereka karena rindu akan sekolah mereka yang menjadi favorit para siswa.
        SMK Negeri 1 Pangkalpinang merupakan sekolah yang sangat diminati dan memiliki kesan baik karena para siswanya yang berprestasi dan pencapaian sekolah yang begitu banyak. Mulai dari halaman depan sekolah sampai ke belakang sekolah, semuanya elok dan bersih, tak heran berbondong-bondong orang merebutkan posisi mereka untuk bersekolah di SMK Negeri 1 Pangkalpinang. Harapan dari saya, semoga sekolah ini terus berkembang maju di setiap tahunnya dan selalu menambah prestasinya tanpa henti. Saya juga berharap semoga para siswa yang bersekolah disini dari tahun ke tahun selalu memiliki kedisiplinan yang tinggi. Karena bagaimanapun prestasi dan pencapaian dari sekolah ini berasal dari para siswanya yang berdedikasi tinggi dan mau bekerja sama. Mari terus pertahankan prestasi kita dan jaga kebersihan lingkungan sekolah seperti kita menjaga harta kita yang berharga.

Selasa, 08 Februari 2022

Resume Artikel

Penulis: Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Kedermawanan Sosial dan Solusi Bangsa

Tanggal    : Kamis, 20 Januari 2022

Penulis     : Nusation Anwar - Penyuluh Sosial pada Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Babel


1. Judul 
 Artikel ini memliki judul "Kedermawanan Sosial dan Solusi Bangsa"

2. Alenia Pembuka
Pada alenia ini dijelaskan bahwa cara berperilaku masyarakat Indonesia pada zaman sekarang ini masih menunjukan kreativitas, keuletan, dan kepekaan sosial sesama, yang ditunjukkan melalui berbagai bentuk pertolongan kemanusiaan  dan kepeduliaan terhadap sesama yang membuat kita menjadi harmonis. Fenomena seperti ini mudah ditemukan di sekitar kita, contohnya saja masih kita temukan kardus usang yang diarak untuk mengusik isi kantong para dermawan jalanan.

3. Alenia Penjelas
Pada alenia ini dijelaskan bahwa aktivitas kepedulian masyarakat Indonesia merupakan pengalaman dari sila pancasila. Bangsa ini memberikan sinyal kuat bahwa bangsa ini memiliki spirit tinggi. Penulis juga beropini bahwa apabila pancasila ini diamalkan, maka Indonesia akan kaya dengan pranata dan kearifan lokal. Kedermawanan sosial juga mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan yang hampir koyak karena berbagai masalah. Media sosial juga menjadi salah satu wasilah dalam mengubah tata nilai silahturami di era sekarang karena penjangkauannya yang luas dapat menggiring para dermawan untuk berbagi dan peduli. Penulis juga menjelaskan bahwa nitizen di zaman sekarang juga masih banyak yang melakukan program wakaf dan infak karena besarnya dukungan dan kepedulian dari anak bangsa yang meskipun tidak saling mengenal namun tidak menjadi penghalang untuk berbuat. Penulis menjelaskan bahwa kita sepatutnya bersyukur dengan bangsa kita. Meskipun demikian, pengendalian dan pengawasan juga harus tetap dilakukan supaya tidak mencederai nilai-nilai kedermawanan.

4. Alenia Penutup
Pada bagian ini penulis menegaskan bahwa Negara Indonesia bukan negara miskin, tetapi adalah negara yang dermawan, itulah yang menjadi sumber kehidupan dalam kemelaratan, kita bukanlah bangsa pemalas tetapi bekerja. Dengan segala keanekaragamaan kita harus tetap satu hati. Penulis juga membuat salam hormat kepada para dermawan bangsa yang mampu mengurai kedukaan sesama. Penulis juga menyampaikan harapan agar semoga uluran tangan kita semua paling tidak bagian dari solusi bangsa yang tengah berkeluh kesah.


Artikel

Penulis: Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Mengenal Cheongsam

Baju khas tradisional China yang sering dipakai saat perayaan Imlek

Wanita Tionghoa zaman dahulu dengan pakaian Cheongsam








Cheongsam atau yang dikenal dalam bahasa Mandarin yaitu Qipau adalah gaun gaya panel one-piece yang berasal dari China. Gaun ini telah dipakai oleh wanita China selama pemerintahan Manchu abad ke-17. Qipau mulai dikenal dengan nama Cheongsam ketika versinya dimodernisasi oleh para wanita di Shanghai pada tahun 1920. Diawal tahun 1920 sampai 1940an, Cheongsam banyak dikenakan oleh para wanita karier, sosialita, dan kaum politisi. Cheongsam bahkan dikenal sebagai simbol pergerakan emansipasi wanita kala itu. Cheongsam pun menjadi salah satu pakaian tradisional yang menggambarkan kaum elit wanita keturunan Tionghoa.

Baju Changpao/Changshan yang dipakai pria China zaman dahulu








Tak hanya wanita saja, pria pun memiliki baju adat China versi pria yaitu Changpao. Seluruh pria China Han harus mengenakan Changpao dengan warna yang sesuai dengan status sosial mereka. Changao tampak seperti jubah atau jaket panjang dan longgar. Selain Changpao, baju Cheongsam versi pria juga dikenal dengan nama Changshan. Busana tersebut kini pun menjadi pakaian resmi dari para pria Tionghoa untuk menghadiri acara-acara. Seperti layaknya Cheongsam, Changshan juga menunjukkan kasta seseorang.
Bahan dari Cheongsam sendiri pada mulanya memiliki artinya masing-masing. Cheongsam yang dibuat dari bahan sutera, biasanya adalah cheongsam yang dikenakan para wanita keluarga kaya raya atau bangsawan. Para rakyat biasa yang bukan bangsawan biasanya menggunakan benang katun yang tidak panas dan mudah menyerap keringat. Cheongsam dengan bahan sutera adalah benda mahal yang tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang.
Selain bahan, warna juga menunjukkan status orang yang mengenakan Cheongsan di kala itu. Keluarga bangsawan atau konglomerat pada kala itu diketahui kerap menggunakan warna-warna lembut seperti putih, merah muda, atau krem. Sedangkan keluarga kerajaan, biasanya mengenakan warna merah atau emas yang menunjukkan kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk para kaum borjuis Shanghai, warna-warna mencolok seperti biru metalik atau kuning paling kerap digunakan. Untuk masyarakat awam, Cheongsam tidak boleh menggunakan wana-warna terang. Kebanyakan dari mereka mengenakan warna-warna kusam seperti abu-abu, cokelat tanah, atau abu-abu.
Hal yang sama juga berlaku pada motif Cheongsam yang dikenakan. kaum bangsawan biasanya mengenakan motif bunga-bunga, pemandangan, hewan legenda atau arsitektur untuk menunjukkan status. Cheongsam yang digunakan masyarakat awam biasanya tidak memiliki motif.

Baju Cheongsam telah memiliki banyak perkembangan model seiring berjalannya waktu karena trend fashion yang semakin modern. Awalnya, Cheongsam hanya memiliki empat warna yakni kuning, putih, biru, dan merah. Kemudian, karena modernisasi dari baju Cheongsam, kini warnanya pun bertambah menjadi delapan warna. 

Kini, baju adat China Cheongsam telah mendunia di kalangan warga Tionghoa khususnya pada saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Seiring berjalannya waktu, Cheongsam tidak hanya menjadi pakaian tradisional yang dikenakan pada hari raya saja, namun juga fashion item yang menjanjikan. Baju Cheongsam pun kini bebas dipakai untuk kalangan apapun tanpa melihat kasta atau berasal dari kalangan mana. Bahan, warna, dan motif apapun kini bebas dipakai untuk semua kaum dan kalangan. Beragam model, warna, dan bentuk potongan Cheongsam pun beredar banyak di pasaran.

Baju Cheongsam ini juga diyakini oleh para leluhur etnis Tionghoa, bahwa dapat membawa keberuntungan bagi yang mengenakannya khususnya pada saat perayaan imlek. Hal ini dapat saja kita percayai, namun yang terpenting adalahhal tersebut tidak sepenuhnya benar. Keberuntungan adalah hal yang merupakan takdir dan kita pun tidak akan tahu akan itu. 

Menurut saya, baju Cheongsam ini banyak peminatnya, karena pakaian tradisional China ini sudah menjadi ciri khas Tionghoa yang mendunia. Keunikan baju ini juga dapat menarik minat para kawula muda yang tak hanya dari kalangan Tionghoa, melainkan dari suku lainnya juga. Baju Cheongsam ini bisa dipakai untuk kegiatan apapun selain perayaan Imlek, karena model baju Cheongsam ini sudah banyak sekali perkembangannya. Namun meskipun demikian, ciri khas baju ini masih tetap dipertahankan.  Semoga kedepannya baju Cheongsam ini dapat semakin dikenal lagi oleh dunia dan juga dapat menjadi pakaian yang dapat terus turun-temurun pada generasi-generasi berikutnya.

Pencemaran Lingkungan yang Merusak Keindahan Negeriku Penulis  : Silvie Fransiska - Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang Seperti yang tampak pad...